Total Pageviews

Sunday, February 20, 2011

RUJAK SOTO, KREASI RUJAK KHAS BANYUWANGI

Sing koyo ring Banyuwangi, rujak akeh manceme/Durung weruh rasane magih arane, nganeh anehi. Lalio nang hang dodol, tapi jojo lali nang rujake ....(Tidak seperti di Banyuwangi, rujak banyak macamnya/Belum tahu rasanya, mendengar namanya sudah aneh// Boleh lupa kepada penjualnya, tapi jangan lupa ke rujaknya)

Lagu yang pupuler pertengahan tahun 1970-an itu, berjudul Rujak Singgul. Dari puluhan nama rujak yang berkembang di Banyuwangi, ternyata nama Rujak Soto belum masuk. Rujak soto sendiri, bukan kreasi baru, tetapi modifikasi dari makanan yang sudah ada kemudian di campur. Sementara nama rujak yang berkembang lebih dulu, seperti Rujak Wuni, Rujak Locok, Rujak Lethok, Rujak Kecut, Rujak Pecel, Rujak cemplung dan Rujak Singgul, semua mengarah kepada nama bahan yang digunakan rujak, atau cara mengolah rujak.

Pada lagu Rujak Singgul, sang pengarang selain menginvetarisir nama-nama yang rujak yang ada di Talatah Blambangan dan dikripsi cara mengolah dan waktu menikmatinya. Ternyata nama-nama itu digunakan sebagai sampiran dari basanan (pantun) lagu itu. Isinya, semuai petuah tentang kehidupan sosial kemasyrakatan.

Nah sekarang tentang Rujak Soto, konon makanan ini bukan dicptakan secara khusus oleh seseorang. Tetapi hasil "iseng" para penikmat rujak di Banyuwangi. Kemudian muncul juga, Rujak bakso. Bisa ditebak, rujak ini juga perpaduan rujak uleg dengan bakso. Kejadian serupa, juga terlihat pada penikmati nasi pecel yang berusaha ditambah kuah rawon. Makan terciptalah Pecel Rawon. Namun nama Rujak Soto ternyata mempunyai diskrispi yang sama seperti disampaikan pencipta lagu "Rujak Singgul". Bahwa ciri khas rujak Banyuwangi, namanya "ngeneh-anehi".


Bagi warga di luar Banyuwangi, bukan mendengar nama "Rujak Soto" akan terdengar aneh. Namun diingatkan oleh pengarang, jangan apriori dulu. Anda boleh melupakan sosol penjualnya, tetapi jangan lupakan jenis rujaknya. Nah, kesimpulan ini ternyata benar adanya dengan Rujak Soto. Sejak wisata kuliner dipopulerkan Bondan Winarno, nama rujak soto tak henti-hentinya menjadi bahasan yang menarik. Bahkan, para penjual rujak yang sempat meredup seiring dengan perkembang jaman, sekarang mulai bangkait kembali. Jika sebelumnya warga Banyuwangi mengenal penjula Rujak Soto Mbok Pun di kawasan Lateng, di Kawasan SMA 1 Giri dan Kawasan Jl. Basuki Rahmat dan di depan RSI Dadapan Banyuwangi. Sekarang, sudah tak terhitung lagi jumlahnya.

Bahan Rujak Soto sendiri, tidak jauh berbeda dengan rujak uleh Jawa Timuran dan Soto Daging madura. Rujak uleg dengan "ramonan" atau sayur kangkung, cambah, kacang panjang dan mentimun mentah, kemudian ditungi dengan kuah soto daging. Ada kerupuk udang, sebagai pelengkap.Cara menyajikan rujak soto dengan mangkok, seperti menyajikan soto. Ini karena kuahnya lebih dominan. Rujak Soto bisa dinikmati dengan lotong, atau nasi.

Nah penasaran ingin merasakan rujak soto, silhakan singgah di Banyuwangi dan mencari Rujak sing nganeh-anehi. Dijamin Anda tidak akan melupakan pengalaman Baru, menjelajak rasa dengan sesansi yang eco Kang.......

No comments:

Post a Comment

Post a Comment