Total Pageviews

Saturday, March 12, 2011

MENAK JINGGO: MELAWAN MITOS DENGAN MITOS BARU

Pengertian mitos atau mite menurut JS Badudu (1986:45) adalah dengeng atau cerita tentang dewa-dewa atau pahlawan-pahlawan yang dipuja-puja. Keberadaan tokoh mitos, seperti diuraikan pakar Folklor, James Danandjaja,  meski sebagai pribadi pahlawan-pahlawan mitos itu tokoh sejarah, namun riwayat hidupnya yang kita kenal dalam mite, bukan sejarah itu sendiri. Riwayat itu tidak diambilkan dari pribadi asli tokoh sejarah, melainkan diambil dari riwayat tradisional yang masuk dalam folklore (1984:60).

Tuesday, March 1, 2011

KAMPUNG SENI WATUDODOL KAPAN DIREALISASI?I

Gapura Kejut saat memasuki kawasan Watododol Banyuwangi, salah satune ide dari Bupati Banyuwangi kala itu, Samsul Hadi. Bahkan Samsul yang aseli kelahiran Banyuwangi dan kebetulan dari etnis Using, ingin melengkapi kawasan Watudodol saat itu, dengan membangun Kampung Seniman (Antogan Seni) di Bukit seberang Pantai Watudodol. Sejumlah prasarana sudah disiapkan saat itu, namun sebelum gagasan itu dilaksanakan, Samsul keburu habis masa jabatan, serta masuk bui karena terlibat kasus korupsi.

Monday, February 28, 2011

ANDANG CY, GURU PENGARANG SYAIR LAGU USING

Terlahir dengan nama Andang Chotif Yusuf, pada tanggal 19 Sepetember 1934 di Banyuwangi. Orang tuanya bernama Subandar, sedangkan nama Yusuf di belakang namanya diambil dari nama orang tua angkat yang membesarkannya, yaitu Safi’I Yusuf. Pendidikan terakhir yang pernah ditempuh adalah Sekolah Guru B, pada tahun 1953 di Bondowoso. Waktu masih sekolah Guru, Andang sudah aktif terlibat dalam kegiatan kesenian, antara lain menyutradarai pementasan Drama berjudul Emas Disangka Loyan.

SIMBOL “ULAR KEPALA GATOTKACA” DAN SALAH TAFSIR

Wacana akan mengganti simbol “Ular Kepala Gatotkaca” oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, sempat memanaskan telinga Budayawan Banyuwangi, serta rakyat Banyuwangi yang tahu persis simbol itu sudah bertengger di Ancak Angklung Caruk sejak kesenian itu ada. Latar belakang penggantian itu, ternyata akibat ketidaktahuan sang Bupati atas makna simbol yang banyak ditemui di Pemkab Banyuwangi dan sejumlah Prasasti itu.  Menurut Bupati Anas, ia tidak ingin simbol itu membelenggu rakyat Banyuwangi, karena sifatnya dianggap seperti “ular” (ngulo). Mereka hanya menganggap “Ular Berkepala Manusia” bukan "Ular berkepala Gatotkaca" makanya artinyapun menyimpang dari arti sebenarnya.

Tuesday, February 22, 2011

MASIH MENEMUKAN ‘MULUDAN’ DAN ‘ENDOG-ENDOGAN’


Saya berniat pulang kampung dengan kedua anakku tanggal 15 Pebruari 2011 lalu,  hanya satu keinginan:  menujukkan kepada kedua anakku tradisi “muludan” dan “endog-endogan” yang dulu pernah dijalani dan dirasakan Bapak-nya. Serta ingin mengetahui secara langsung, seberapa jauh perubahan tradisi itu dibanding 20 tahun lalu, saat aku dan adik-adiku masih tinggal bersama orang tua. Namun yang jelas, atmosfirnya sangat lain, karena banyak hiburan instan yang sudah masuk ke pelosok pedesaan. Meski kedua anakku sempat senang sebentar, namun mereka syik dan sibuk dengan VCD, Game dan film-film kartun kesangannya.

Monday, February 21, 2011

BERBURU "CUWUT' (TUPAI) BERHADIAH KELAPA

Banyuwangi, selain dikenal sebagai pengahasil padi terbesar di Jawa Timur, juga dikenal sebagai penghasil kelapa. Tumbuhan kelapa, selain banyak ditemui di pinggiran pantai. Juga banyak tersebar di seluruh daerah pertanian lahan kering, atau orang Banyuwangi menyebut "Kebonan". Selain memilik lahan pertanian yang ditanami padi, petani di Banyuwangi sekalgus memilik lahan kebonan yang ditanami kelapa. Nah, banyaknya pohon kelapa itu, ternyata juga dibarengi dengan banyak hama yang menyerang. Dulu hama yang menjadi momok pemilik pohon kelapa adalah Tupai (Callosciurus notatus Boddaert), atau "CUWUT". Bahkan siapa saja yang bisa menangkap "cuwut", pemilik kelapa akan mereka buah kelapan diambil beberap butir oleh pemburu "Cuwut" itu.

WATU DODOL: GERBANG MASUK BANYUWANGI


Apabila Anda sering beperpegian ke Bali lewat darat, terutama lewat utara Jatim, yaitu kawasan Situbondo, maka saat memasuki wilayah Banyuwangi Anda akan disambut Gapura Kejut. Ada patung Gandrung (Kesenian khas Banyuwangi) di sebelah kiri. Deburan ombak dengan air laut yang benaing, serta ada onggokan batu besar di tengah jalan. Itulah yang disebut Watu Dodol